Transaksi Rupiah di Papua Nugini

Sederatan lapak menjual pelbagai suvenir khas Papua Nugini di Kampung Wutung. Transaksinya menggunakan Rupiah.

Aries Munandar

DOMINGGUS Mampioper merogoh kantong kanan celana. Selembaran rupiah ditariknya dan disodorkan ke seorang pedagang. Dominggus mendapat kembalian sebesar Rp25 ribu untuk pembelian sebentuk suvenir.

“Ini Bendera Bougainville. Harganya Rp25 ribu (sebuah),” kata Dominggus, sembari menunjukkan miniatur bendera berlatar biru.

Bougainville saat itu tengah mendapat sorotan dunia. Wilayah otonom tersebut sedang bersiap melaksanakan referendum untuk memisahkan diri dari Papua Nugini. Fase terpenting bagi penentuan masa depan Bougainvile itu pun menjadi berita utama di sejumlah media massa.

Dominggus, yang karib disapa Kakak Ming, membeli miniatur Bendera Bougainville di lapak pedagang di Kampung Wutung. Dia juga membeli sebuah topi rimba bermotif loreng tentara di lapak yang sama. Topi itu dikenakannya selama berkeliling dari lapak ke lapak.    

Kampung Wutung berada di kawasan perbatasan Papua Nugini dengan Indonesia. Di pinggiran Kampung Wutung yang bersebelahan dengan Kampung Skouw, Kota Jayapura, terdapat sebuah pasar kaki lima. Sederetan lapak di pasar itu menjual pelbagai makanan ringan dan suvenir khas Papua Nugini.  Di pasar kaki lima itulah, Kakak Ming berbelanja. 


Transaksi rupiah
Meskipun berada di wilayah Papua Nugini, transaksi di Wutung menggunakan mata uang Indonesia, Rupiah. Itu lantaran banyak warga Indonesia berbelanja di sana.

Sejumlah pedagang di Wutung mengaku tidak menyimpan, apalagi menggunakan Kina untuk bertransaksi dengan pembeli. Mereka hanya menerima dan mengembalikan uang belanja dalam bentuk Rupiah.

Pengunaan Rupiah sebagai alat transaksi resmi masif disosialisasikan di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Skouw. Imbauan penggunaan Rupiah, di antaranya terpampang pada baleho raksasa di areal menuju pintu masuk ke titik nol Indonesia-Papua Nugini.

Imbauan pada baleho ditulis dalam Bahasa Indonesia, Inggris dan Papua Nugini. Imbauan dari pihak Bank Indonesia itu sebenarnya hanya berlaku untuk wilayah hukum Indonesia.

Mata uang resmi Papua Nugini ialah Kina. Nilai tukarnya sekitar Rp5 ribu untuk 1 Kina. Pemerintah setempat juga gencar menyosialisasikan keberadaan mata uang nasional mereka. 

Sebuah baleho raksasa pun terpampang saat memasuki wilayah Papua Nugini. Pesannya memuat sosialiasi penggunaan lembaran Kina berbahan plastik (polimer).

“Ini seperti Rupiah di zaman (Presiden) Soeharto. Dulu ’kan ada (lembaran) Rp100 ribu berbahan plastik,” kata Dewi Wulandari, rekan Kakak Ming, sembari menunjuk baleho. 

Tok Pisin
Seperti umumnya warga Papua Nugini, pedagang Wutung kebanyakan menggunakan Bahasa Tok Pisin dalam percakapan sehari-hari. Tok Pisin, yang sering disebut pula sebagai Inggris Fijind merupakan bahasa pengantar resmi, selain Bahasa Inggris (Britania) di Papua Nugini.

Tok Pisin banyak mengadopsi kosa kata Bahasa Inggris, tetapi ditulis dan dilafalkan dalam dialek lokal. Itu hampir mirip dengan di Malaysia, yang juga banyak menyerap utuh kosa kata Bahasa Inggris dengan gaya penulisan dan dialek tempatan. Papua Nugini maupun Malaysia merupakan bekas jajahan Inggris.

Namun, banyak pula pedagang Wutung paham dan bisa berbahasa Indonesia walaupun terbata. Itu terutama pada mereka yang sering berkunjung atau masih memiliki kerabat di Papua, Indonesia.

“Saya punya nenek itu orang (Kampung) Nafri (sekitar 30 kilometer dari Kota Jayapura). Saya juga asalnya dari Skouw Sae,” kata seorang pedagang Kampung Wutung.

Perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Skouw berada di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Waktu tempuhnya sekitar 2 jam dari pusat Kota Jayapura. Saat ini, waktu tempuhnya bisa lebih cepat sekitar 1 jam karena beroperasinya Jembatan Youtefa, yang menghubungkan Distrik Abepura dengan Muara Tami.


Tujuan wisata
Kawasan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Skouw menjadi salah satu objek wisata di Kota Jayapura. Itu terlebih sejak Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw diresmikan sekitar dua tahun lalu.

Banyak warga maupun wisatawan mengunjungi kawasan tersebut pada setiap akhir pekan. Begitu pula saat kami berkunjung pada pekan terakhir Oktober, pengunjung lain juga banyak berhilir-mudik. Mereka berbelanja atau sekadar berjalan-jalan dan mengabadikan kenangan melalui jepretan kamera.

Menurut Kakak Ming, yang juga Redaktur Senior Jubi, media massa terbitan Papua, kondisi saat itu masih belum seramai biasa. Musababnya ialah banyak warga belum mengetahui wilayah perbatasan di Skouw telah dibuka kembali. 

Zona perbatasan tersebut memang sempat dinyatakan ditutup untuk umum sekitar tiga pekan sebelumnya. Itu setelah terjadi baku tembak pasukan penjaga perbatasan Indonesia dengan sekelompok orang yang diidentifikasi sebagai pendukung gerakan Papua Merdeka. Usai kejadian, pasukan perbatasan Indonesia bersiaga dan menyisir lokasi untuk memburu kelompok tersebut.

Saat kami berkunjung, situasinya telah kembali normal. Pintu perbatasan pun telah dibuka kembali untuk umum. Tidak ada penjagaan ketat aparat di sekitar titik nol perbatasan, kecuali sepasukan tentara Papua Nugini. Itu pun mereka sedang bersantai di bawah pohon rindang yang tidak jauh dari pintu perbatasan Papua Nugini. Pengunjung juga bebas melenggang di wilayah perbatasan kedua negara tersebut tanpa pemeriksaan apa pun dari aparat keamanan maupun imigrasi.




COMMENTS

Name

Beranda Negeri,35,Edukasi,13,Ekologi,55,Ekonomika,50,Inspirasi,36,Jelajah,24,Realitas,15,Riwayat,12,Tekno,13,Tradisi,63,
ltr
item
PeladangKata: Transaksi Rupiah di Papua Nugini
Transaksi Rupiah di Papua Nugini
https://1.bp.blogspot.com/-Zx2peHhtuUM/Xeu1KvUUpsI/AAAAAAAAGls/8Kx-ZunMfgsm_ZKSd4PIXt_8cxB3IY-ogCLcBGAsYHQ/s640/Beranda%2BNegeri_PLBN%2BSkouw.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Zx2peHhtuUM/Xeu1KvUUpsI/AAAAAAAAGls/8Kx-ZunMfgsm_ZKSd4PIXt_8cxB3IY-ogCLcBGAsYHQ/s72-c/Beranda%2BNegeri_PLBN%2BSkouw.jpg
PeladangKata
https://www.peladangkata.com/2019/12/transaksi-rupiah-di-papua-nugini_7.html
https://www.peladangkata.com/
https://www.peladangkata.com/
https://www.peladangkata.com/2019/12/transaksi-rupiah-di-papua-nugini_7.html
true
1600297275400218305
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy